MENJADI KING DENGAN BEBEK PEKING

beternak bebek peking

Demikian judul dalam salah satu episode acara televisi yang mengupas dunia usaha terutama kelas menengah ke bawah. Bebek Peking memang belum begitu populer di telinga kita, namun perkembangannya sebagai salah satu pilihan usaha di bidang peternakan ternyata cukup menjanjikan dengan potensi ekonominya yang cukup besar. Inilah yang telah dirasakan bapak Rahmad Djaluli asal Bandung yang telah meraih sukses dalam usaha peternakan bebek Peking-nya. Perkenalan Rahmad Djaluli dengan bebek Peking bisa dibilang cukup unik, awalnya ia hanya mencari daging bebek untuk dikonsumsi sendiri. Namun, ternyata mendapatkan daging bebek tidak mudah karena selama ini bebek yang dipelihara dan diternakkan adalah untuk diambil telurnya. Sehingga untuk mendapatkan daging bebek harus menunggu bebek yang sudah tidak produktif menghasilkan telur lagi. Bebek-bebek inilah yang kemudian dipotong untuk memenuhi permintaan daging bebek. Itulah sebabnya kita sering menemukan daging bebek yang keras dan alot ketika dimakan, tentu saja karena daging bebek tersebut berasal dari bebek afkiran yang sudah tua. Kesulitan dalam mencari daging bebek inilah yang kemudian memacu Rahmad untuk memecahkan solusi-nya, hingga akhirnya ia menemukan bebek Peking.Untungnya lagi bebek Peking tidak hanya membantunya memecahkan masalahnya, ternyata bebek Peking juga membawa rahmat bagi Bapak Rahmad Djaluli.

bebek peking sendiri sebenarnya berasal dari Tiongkok, disana bebek Peking sudah biasa diolah sebagai masakan tradional. Sebenarnya ada 3 jenis bebek, namun yang kita kenal hanya bebek petelur dan bebek hias. Jadi masih ada satu jenis bebek lagi, yakni bebek pedaging dan bebek Peking masuk dalam kategori ini. Bebek Peking memang dipelihara untuk diambil dagingnya, hal inilah yang membuat Rahmad Djaluli memilih untuk beternak bebek Peking. Dibandingkan bebek biasa, bebek Peking memiliki beberapa kelebihan diantaranya :

  • Laju pertumbuhannya cepat. Untuk mencapai berat 3 kg, bebek Peking cukup membutuhkan waktu pemeliharaan +- 45 hari. Ini jauh berbeda dengan bebek biasa atau lokal yang membutuhkan waktu pemeliharaan 2 – 3 bulan hanya untuk mencapai berat +- 2kg. Tentu saja hal demikian memberikan potensi keuntungan yang besar dari cepatnya masa panen dan lebih rendahnya biaya pakan.
  • Lebih tahan penyakit. Bebek Peking jauh lebih tahan terhadap penyakit dibanding bebek lokal. Ini membuat pemeliharaan bebek Peking relatif jauh lebih mudah dan juga rendah resiko kematiannya.

Keunggulan bebek Peking diatas dtambah dengan besarnya permintaan pasar terhadap daging bebek menjadikan bebek Peking sebagai primadona usaha peternakan. Menurut data Balitnak, kebutuhan pasar lokal untuk daging bebek bahkan mencapai 14,3 ribu ton per hari dan sampai saat ini masih jauh dari terpenuhi. Harga daging bebek termasuk bebek Peking berkisar antara 35 – 45 ribu per ekornya, bahkan untuk yang ukuran besar bisa mencapai 80 ribu per ekor.

Bagi Anda yang ingin memulai dan mencoba beternak bebek Peking, Rahmad Djaluli menyarankan untuk memulai dengan usaha pembesaran terlebih dahulu. Setelah memahami cara beternak bebek Peking bisa dikembangkan dengan pembibitan. Usaha pembesaran bebek Peking bisa dimulai dengan membeli DOD (anakan bebek Peking) dalam jumlah +- 200 ekor. Meski jumlah ini tidak mutlak karena bisa disesuaikan dengan kemampuan calon peternak. Untuk mendapatkan DOD bisa diperoleh dari peternak bebek Peking yang ada di daerah kita masing-masing. Saat ini harga DOD bebek Peking berkisar antara 12,500 rupiah per ekornya. Bahkan jika kita kesulitan untuk mendapatkan DOD bisa menghubungi Rahmad Djaluli, ia mengatakan DOD bebek Peking cukup kuat untuk dikirim bahkan sampai keluar Pulau Jawa. Kemampuan bertahan DOD bebek peking dalam pengiriman sekitar 20 jam.

By.aneka usaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s